Buka Rakeprov KONI, Gubernur Sultra Minta Prestasi Atlet Berkelanjutan

Berita Utama702 Dilihat

Buka Rakeprov KONI Gubernur Sultra Prestasi Atlet Berkelanjutan

’’Kita mau prestasi berkelanjutan. Atlet harus dibina dan dipelihara, bukan hanya dipakai saat kompetisi.’’ Demikian penegasan Gubernur Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka, ketika membuka kegiatan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra, Minggu (25/1).

Gubernur menyoroti praktik pembinaan yang kerap berhenti pada momen prestasi. Menurutnya, atlet berprestasi harus dipastikan memiliki kepastian masa depan melalui pembinaan berjenjang, perlindungan dan dukungan pascakarier. Selain aspek pembinaan, Gubernur juga menekankan peran pemerintah daerah dalam penyediaan fasilitas olahraga yang layak.

Dalam rakerprov KONI yang bertema ‘’Akselerasi Prestasi Olahraga Menuju Sultra Maju’’, mantan Pangdam XIV/Hasanuddin itu meminta pembangunan dan perbaikan sarana latihan segera dituntaskan tanpa penundaan, seraya menegaskan bahwa kebijakan percepatan fasilitas bukan untuk mencari masalah, melainkan demi kemajuan olahraga daerah.

Kegiatan ini juga menjadi forum strategis pertama kepengurusan periode 2025–2029 untuk memetakan arah pembinaan dan target prestasi olahraga Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar mengatakan bahwa Rakerprov membahas agenda prioritas, termasuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 serta keikutsertaan Sultra pada PON Bela Diri. Dia melaporkan capaian Sultra pada PON Bela Diri di Kudus dengan raihan sembilan medal. Dia juga menargetkan medali emas pada PON Bela Diri yang akan digelar Mei mendatang di Sulawesi Utara.

’’Dengan segala keterbatasan, capaian sembilan medali patut disyukuri. Target kita ke depan jelas medali emas. Kami juga harap dukungan pemerintah daerah, termasuk pemberian bonus bagi atlet berprestasi,’’ ujar Andi Ady Aksar.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov, Syukriyanto, menjelaskan bahwa rapat kerja tahunan ini jadi ruang evaluasi kinerja sekaligus pengambilan keputusan strategis, terutama penetapan tuan rumah Porprov. Dia menyebutkan, Tim verifikasi telah dibentuk untuk mengecek kesiapan venue dengan 13 indikator. Sejumlah daerah yang masuk alternatif antara lain Bombana, Konawe Selatan, dan Kota Kendari, termasuk opsi berbagi lokasi dengan pertimbangan kesiapan anggaran dan teknis penyelenggaraan.

Rakerprov juga menyepakati penambahan dua cabang olahraga, yakni sepakbola mini dan Federasi Gimnastik Indonesia, sebagai bagian dari penguatan struktur dan identitas cabang olahraga di Sultra.

Terkait anggaran, Syukriyanto menegaskan bahwa anggaran operasional KONI sebesar Rp 3 miliar terpisah dari anggaran Porprov yang akan dibahas bersama pemerintah daerah setelah tuan rumah ditetapkan.

Melalui Rakerprov ini, KONI Sultra menegaskan komitmen menyelaraskan pembinaan atlet, penguatan fasilitas, dan tata kelola anggaran agar akselerasi prestasi olahraga berjalan terukur dan berkelanjutan menuju Sulawesi Tenggara yang maju.(has)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *